Dalam sambutannya Fauzi Bowo mengatakan, “Kesadaran akan keselamatan dan keamanan berkendaraan ini memang harus diterapkan sejak dini untuk merubah budaya berlalu lintas. Saya sangat mendukung kegiatan ‘Shell Road Safety Competition Week 2009 karena Jakarta merupakan kota metropolitan dan merupakan pintu gerbang Indonesia. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan, maka displin penggunaan jalan juga harus ditingkatkan.”
“Shell Road Safety Competition Week 2009″ bertujuan untuk memotivasi siswa sekolah dasar untuk mengasah pengetahuan dan ketrampilan berlalu lintas. Dalam kompetisi ini, siswa akan berlomba menunjukkan kemampuannya bertata tertib di jalan yang telah dikondisikan mirip dengan jalan raya sebenarnya di Taman Lalu Lintas Saka Bhayangkara. Kompetisi ini terdiri dari lima macam lomba, yaitu lomba mengendarai fun car, bersepeda tertib, pejalan kaki aman, mendongeng dan menggambar.
Kompetisi ini merupakan bagian dari program Shell Road Safety, yaitu sebuah program pendidikan keselamatan berkendara bagi pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN). Hingga kini, program yang telah dimulai sejak Juni 2008 ini telah diikuti oleh hampir 3.000 siswa SDN kelas 4-6 di Jakarta. Program “Shell Road Safety” ini merupakan salah satu dari kegiatan investasi sosial PT Shell Indonesia yang mengambil tema “Think Safety, Act Safely” (Berpikir tentang keselamatan dan bertindak dengan selamat).
Darwin Silalahi mengatakan, “Pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu ditanamkan sejak dini agar mereka bisa menjadi agen perubahan budaya untuk saat ini maupun kelak ketika mereka beranjak dewasa. Program Shell Road Safety merupakan inisiatif PT Shell Indonesia untuk memberikan kontribusi secara aktif terhadap keselamatan dan keamanan berkendara, sehingga diharapkan dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya. Melalui kegiatan ini, Shell berharap para siswa SD menjadi agen perubahan budaya, tidak hanya dapat memahami rambu-rambu lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkan disiplin dalam berlalu lintas dalam keseharian.”
Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI juga membagikan komik tentang disiplin berlalu lintas yang diterbitkan oleh Shell Indonesia kepada para siswa SD yang hadir. Komik yang dicetak hingga 10.000 kopi tersebut rencananya akan dibagikan kepada para siswa SD yang telah menerima pelatihan tentang keselamatan di jalan dari Shell. Komik yang bertajuk “Petualangan Tisa dan Aksa” merupakan upaya pendekatan yang dirasa efektif dalam menyampaikan pesan kepada para siswa. Ada dua maskot penting dalam komik ini yang sesuai dengan moto program, yaitu Tisa, yang merupakan kepanjangan dari “Think Safety”, dan Aksa, yang merupakan kepanjangan dari “Act Safely”.
Selain komik, Shell juga menyelenggarakan safety riding secara rutin bersama komunitas otomotif dan mensosialisasikan keselamatan di SPBU sebagai bagian dari inisiatif road safety. Saat ini, Shell juga sedang membangun situs web tentang road safety yang akan diluncurkan Desember tahun ini.
“Saya senang sekali bisa ikut lomba tentang keselamatan di jalan ini. Saya berharap bisa menang, karena saya sudah mempersiapkan diri. Saya dan teman-teman banyak belajar disiplin berlalu lintas dari kegiatan ‘Road Safety’ yang diadakan oleh PT Shell Indonesia. Saya senang karena jadi mengerti bagaimana menjaga keselamatan jika sedang berjalan kaki ke sekolah,” kata Trisya Livy Astari, murid SDN Sunter Agung 12 Pagi.
Trisya, yang hanyalah satu dari banyak murid SD berumur 9 hingga 12 tahun yang mengikuti kompetisi. Anak-anak yang telah mengikuti program Road Safety, sekarang tidak hanya mengenal rambu-rambu lalu lintas tetapi juga sudah tahu arti pentingnya berdisiplin berlalu lintas.
Direktur Lalu Lintas Polri Brigjen (Pol) Djoko Soesilo yang turut membuka acara Shell Road Safety Competition Week 2009 mengatakan, “Program pendidikan disiplin berlalu lintas yang terintegrasi ini sangat mendukung tugas kami selaku aparat pengatur ketertiban lalu lintas. Melalui program ini kami berharap akan terciptanya kerjasama yang lebih erat antar masyarakat sebagai pengguna jalan dengan polisi. Kami juga berharap terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas sesuai dengan UU no. 22 tahun 2009, karena masyarakat sudah sadar sejak usia dini tentang aturan dan peraturan berlalu lintas.”
Berdasarkan data yang dilansir dari situs web Ditlantas POLDA Metro Jaya, pada tahun 2008 pelanggaran lalu lintas mencapai angka 272 ribu kasus dan menyebabkan sedikitnya 1.169 orang meninggal dunia. Jika kepedulian masyarakat akan keselamatan dan keamanan berkendara tidak terus digalakkan, maka angka kecelakaan ini dikhawatirkan akan terus bertambah.
Pendidikan disiplin berlalu lintas telah menjadi prioritas kegiatan sosial Shell. Tidak hanya di Indonesia, di luar negeri, kegiatan pendidikan mengenai keselamatan dan keamanan berkendara yang telah dilakukan Shell telah berlangsung cukup lama, sehingga hampir semua warga negara yang sudah dewasa pernah mengikuti kegiatan pendidikan ini ketika mereka masih siswa. Di Singapura misalnya, sejak tahun 1958, kegiatan “Shell Traffic Games” telah melibatkan sekitar 65.000 siswa SD setiap tahunnya. Tidak hanya itu, materi mengenai keselamatan dan keamanan berkendara pun telah menjadi kurikulum yang diwajibkan di sekolah. Sementara itu di Malaysia, sejak diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 1957, “Shell Traffic Games” telah melibatkan sekitar 25.000 siswa SD setiap tahunnya.
Posting Komentar